Kisah Hakan Soderstjerna, Kompatriot Zlatan Ibrahimovic di Swedia Bertangan Satu

Kisah Hakan Soderstjerna, Kompatriot Zlatan Ibrahimovic di Swedia Bertangan Satu –  Keterbatasan fisik mantan pesepak bola sekaligus rekan senegara Zlatan Ibrahimovic, Hakan Soderstjerna, tidak dulu membatasi perjuangannya di dunia si kulit bundar.
Swedia dulu mengenal Soderstjerna sebagai pesepak bola profesional yang unik. Selama sekitar 14 tahun berkarier, pria berjuluk The One Armed Bandit itu sering menghiasi pemberitaan media-media di Skandinavia.
Soderstjerna sempat jadi fenomena menarik. Lahir terhadap 30 Oktober 1975 di Teckomatorp, sosok berpostur 176 cm selanjutnya tidak mempunyai anggota tubuh yang lengkap.
Soderstjerna tidak mempunyai tangan kanan sejak lahir. Tapi, Judi Slot Online Jackpot Terbesar  dia menolak bermain untuk paralimpik hadapi pemain-pemain bersama dengan keterbatasan fisik yang sama.
Soderstjerna telah lama pensiun. Tapi, mantan pemain berusia 44 tahun selanjutnya mempunyai karier profesional yang bagus terhadap 1994-2017. Sarjana Ekonomi berasal dari Lund University itu bermain di Swedia, Denmark, Norwegia, hingga Singapura bersama dengan Landskrona BoIS, Fremad Amager, Fredrikstad, dan juga Tanjong Pagar.
Dari semua klub yang diperkuat, Soderstjerna hadapi lawan bersama dengan suasana tubuh lengkap. Dia tidak dulu satu kali pun melawan pemain bersama dengan keterbatasan tubuh seperti dirinya.
“Saya tidak dulu menyaksikan diri saya berlainan bersama dengan orang lain. Saya tidak menyaksikan ketiadaan lengan sebagai  Judi Slot  kendala yang membedakan saya bersama dengan pemain lain. Saya seutuhnya fokus bersama dengan karier saya,” ucap Soderstjerna kepada expressen.se.
Soderstjerna mengambil keputusan pensiun sebagai pemain sepakbola terhadap usia 32 tahun. Bukan karena tubuhnya yang minor, melainkan cedera hamstring parah. Cedera itu beberapa kali kambuh dan sempat sebabkan Soderstjerna tidak bisa berjalan.
“Saya menginginkan lanjut. Tapi, suasana tidak memungkinkan,” ucap Soderstjerna selagi itu.
“Saya mengalami kasus bersama dengan keseimbangan selagi cedera itu kambuh. Saat itu tim dokter menjelaskan bahwa saya tidak mempunyai banyak pilihan tak sekedar pensiun,” jadi pemain yang beroperasi sebagai gelandang itu.
Tekad bulat dan kekerasan hati untuk bermain sepak bola bersama dengan pria-pria normal merupakan warisan berasal dari sang ayah, Christer Soderstjerna. Sama seperti sang anak, Christer termasuk pemain sepak bola. Ketika aktif merumput di Liga Swedia, Soderstjerna senior termasuk memperkuat Landskrona.

Sejak kecil, sang ayah mengajari Soderstjerna bermain sepakbola. Slot Online Gampang Menang  Dia termasuk sempat mencoba berbagai macam olahraga, termasuk gulat. Tapi, darah sepak bola terlampau mengalir terlampau deras di tubuhnya. Gulat hanya dijadikan fasilitas latihan fisik di sela-sela bermain sepakbola.
Uniknya, Soderstjerna menemukan kombinasi yang aneh antara sepak bola bersama dengan gulat.
“Gulat terlampau menunjang saya raih target saya di sepakbola. Gulat berikan saya keseimbangan, kekuatan, dan ketangkasan. Itu menyelamatkan saya dan berada di balik keberhasilan saya,” ujar Soderstjerna.
Soderstjerna melaksanakan debut di Liga Swedia terhadap usia 18 tahun. Saat itu, dia bermain di Landskrona dan dilatih pria Denmark, Thorben Storm. Saat itu, Soderstjerna tidak menyangka dipanggil ke tim utama untuk mencetak sejarah. Pasalnya, sebelumnya dia sama sekali belum dulu duduk di bench terhadap pertandingan kompetitif Landskrona.
“Saya terperanjat selagi nama saya masuk ke skuad utama. Lebih mengejutkan lagi saat pelatih meminta saya bermain. Penonton bertepuk tangan untuk saya. Mereka menyukai langkah saya bermain,” beber Soderstjerna.
Selain debut, tersedia sejumlah moment tak terlupakan di sepak bola Swedia yang tetap dikenang Soderstjerna. Salah satunya head to head di lapangan bersama dengan Ibrahimovic muda saat masih di Malmo. Menurut Soderstjerna, pemain yang saat ini berseragam AC Milan selanjutnya telah membuktikan aura bintang di usia yang masih terlampau muda.

“Saya menyaksikan Zlatan berdiri di sana, di sudut, dan menutupi bola. Saya meningkatkan kecepatan dan berlari ke arahnya. Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1  Saya meminta bisa merebut bola darinya. Tapi, itu tidak terjadi. Dia mempunyai fisik yang terlampau besar dan terlampau kuat, meski masih muda. Dia seorang pemain sepakbola yang fantastis,” ungkap Soderstjerna.
Setelah pensiun, Soderstjerna beralih haluan. Dari pesepak bola, dia menjalani karier baru bersama dengan bekerja di sebuah bank di Swedia. Dengan bekerja di kantor, Soderstjerna mengaku mempunyai banyak selagi untuk mengurus dua anak perempuannya.
“Saya mempunyai keluarga. Dulu, saya meniadakan mereka. Kini, tugas saya adalah menjaga mereka. Bagi saya keluarga adalah segalanya. Saya menjaga anak-anak saya agar jadi orang yang baik di kehidupan yang keras ini,” tandasnya.

Meski jadi pegawai bank, bukan bermakna Soderstjerna menjauhi olahraga. Di selagi luang dia menunjang melatih tim sepak bola wanita amatir. Soderstjerna termasuk berlatih dayung tiga kali seminggu.
Di olahraga itu, dia bersua Henrik Larsson dan Jonas Olsson. Mereka merupakan mantan pemain timnas Swedia yang menghabiskan masa pensiun bersama dengan olahraga air tersebut.
Menurut catatan Transfermarkt, Soderstjerna sukses menorehkan 5 gol dan 3 assist di dalam 29 pertandingan sepanjang masih aktif berkarier.